Penelitian: Perubahan Iklim Berdampak Serius Terhadap Sektor Perikanan Indonesia Hasil tangkapan ikan di Sulawesi Utara. Foto: Rhett A. Butler Sebagai salah satu negara penghasil ikan tangkapan di dunia, Indonesia, negeri dengan panjang pantai mencapai 81.000 kilometer dan memiliki kawasan laut seluas 5,8 juta kilometer persegi, sangat rentan terhadap perubahan iklim. Sektor perikanan yang memiliki peran penting secara sosial dan ekonomi, sangat terpengaruh erat dengan berbagai perubahan kondisi alam yang kini terus menekan hasil tangkapan ikan di laut. Berbagai faktor seperti ketidakpastian cuaca, kondisi cuaca ekstrem, kenaikan suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST), naik turunnya harga bahan bakar serta perubahan arah angin, menurunkan tingkat produktivitas nelayan. Perubahan iklim juga turut memengaruhi distribusi dan penyebaran ikan di laut, sementara kenaikan harga bahan bakar akan memengaruhi kesempatan nelayan untuk menangkap ikan seiring dengan pergeseran ...
Postingan
Menampilkan postingan dari Desember, 2015
Set net dan kecepatan arus
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hubungan Kecepatan Arus terhadap Hasil Tangkapan Set Net ( Teichi ami ) di Teluk Mallasoro Kabupaten Jeneponto Rais, M. *1 , Sudirman. 2 and Hajar, M, A, I. 2 1 ) Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Asahan , Sumatera Utara , Indonesia. *E-mail: mohammadrais.fish@gmail.com 2 ) Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin , Sulawesi Selatan , Indonesia. ABSTRAK Set net merupakan teknologi penangkapan ikan yang baru diperkenalkan di Indonesia.Hasil tangkapan set net mengalami fluktuasi harian yang disebabkan pengaruh oseanografi seperti kecepatan arus. Kecepatan arus memiliki pengaruh terhadap hasil tangkapan baik langsung ataupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecepatan arus terhadap hasil tangkapan. Penelitian ini dilakukan pada April – Juni 2013 di Teluk Mallasoro Jeneponto. Parameter yang diamati adalah ko...